GERAKAN PANGAN MURAH WUJUD NYATA SINERGI TPID KENDALIKAN INFLASI

Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di depan Kios Pangan Kopi Siaga, Jalan Panglima Sudirman, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjan

Pemerintah Kota Probolinggo terus memperkuat upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di depan Kios Pangan Kopi Siaga, Jalan Panglima Sudirman, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebagai Koordinator TPID Kota Probolinggo, Bagian Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo berperan mengoordinasikan sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan pengendalian inflasi. Melalui koordinasi tersebut, berbagai perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, hingga Satgas Pangan terus memperkuat kolaborasi guna memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga komoditas pangan di pasaran.

Dalam pelaksanaannya, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, selaku Ketua TPID, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Aries Santoso, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan, Andri Purwanto, serta Kepala UPT Pasar, Hendra Prunomo. Kehadiran jajaran TPID tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program pengendalian inflasi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Saat meninjau pelaksanaan GPM, Wali Kota Aminuddin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Probolinggo untuk menjaga keseimbangan harga kebutuhan pokok tanpa mengabaikan kepentingan pedagang.

"Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, kami juga menjaga agar harga di tingkat pedagang tetap stabil sehingga tidak merugikan pelaku usaha. Karena itu, pembelian beberapa komoditas seperti beras dan minyak goreng dibatasi agar distribusinya merata dan bisa dinikmati lebih banyak masyarakat," ujar beliau.

Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan terus dievaluasi secara berkala menyesuaikan perkembangan harga komoditas di pasaran.

"Lokasi pelaksanaan dipusatkan di titik-titik strategis. Ke depan, frekuensi kegiatan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi mingguan terhadap kondisi harga dan inflasi di Kota Probolinggo," imbuhnya.

Peran koordinatif TPID yang dipimpin Sekretaris Daerah bersama Bagian Perekonomian dan Pembangunan sebagai koordinator menjadi kunci dalam menyelaraskan berbagai program pengendalian inflasi, mulai dari pemantauan harga dan pasokan, koordinasi lintas instansi, hingga pelaksanaan intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah berbeda dengan operasi pasar biasa karena dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat.

"Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar," jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan GPM melibatkan kerja sama dengan Perum Bulog dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk menjamin ketersediaan komoditas strategis. Ke depan, jenis produk yang dipasarkan diharapkan semakin beragam, termasuk hasil pertanian, perikanan, hingga produk UMKM lokal.

Pada pelaksanaan kali ini, selain masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih ekonomis, tapi juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM lokal yang menawarkan beragam produk olahan hasil perikanan dengan harga terjangkau.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, banyak masyarakat yang memiliki usaha terbantu dengan adanya GPM karena dapat menekan biaya produksi usaha kulinernya dan berharap kegiatan ini semakin sering diadakan agar para pedagang kecil bisa tetap bertahan.

Melalui koordinasi TPID, Pemerintah Kota Probolinggo akan terus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mewujudkan Probolinggo yang sejahtera dan berdaya saing.

LINK TERKAIT