
Penguatan tata kelola, sinergi lintas sektor, dan perencanaan yang terintegrasi menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Strategis dan Lokakarya Tindak Lanjut Hasil Pendampingan I Performance Improvement Plan (PIP) Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU SG) Bidang Kesehatan Tahun 2027 yang digelar pada Rabu (29/7) di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo.
Penguatan
tata kelola, sinergi lintas sektor, dan perencanaan yang terintegrasi menjadi
fokus dalam Rapat Koordinasi Strategis dan Lokakarya Tindak Lanjut Hasil
Pendampingan I Performance Improvement Plan (PIP) Dana Alokasi Umum Specific
Grant (DAU SG) Bidang Kesehatan Tahun 2027 yang digelar pada Rabu
(29/7) di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo. Kegiatan ini
menjadi momentum untuk menyelaraskan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo.
Membuka
kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Budiono Wirawan, S.Sos.,
M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, tim pendamping dan
seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan dalam penyusunan dan
pendampingan Performance Improvement Plan. Pendampingan ini dinilai
menjadi langkah strategis agar pengalokasian DAU Specific Grant benar-benar
tepat sasaran, efektif, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam
arahannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah. Karena itu, pengelolaan DAU Specific
Grant harus dilaksanakan secara efektif, efisien, akuntabel, dan
berorientasi pada hasil yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Forum
koordinasi ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen lintas sektor serta
mempercepat implementasi hasil pendampingan PIP.
Terdapat
tiga poin strategis yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan program tersebut.
Pertama, hasil pendampingan tahap pertama harus segera diintegrasikan ke dalam
dokumen perencanaan daerah guna menghindari tumpang tindih anggaran. Kedua,
penguatan akuntabilitas lintas sektor perlu dikawal bersama oleh perangkat
daerah terkait agar tata kelola administrasi dan keuangan berjalan selaras.
Ketiga, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga
rumah sakit, diminta berfokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Kesehatan sebagai indikator utama keberhasilan daerah.
Selain
itu, penguatan tata kelola juga harus diwujudkan melalui perencanaan yang
berkualitas, pelaksanaan program yang tepat sasaran, penguatan sistem
monitoring dan evaluasi, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan
keputusan. Dengan demikian, setiap rupiah anggaran dapat memberikan dampak
optimal terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Seluruh
peserta lokakarya juga didorong memanfaatkan sisa waktu pendampingan untuk
menyempurnakan dokumen aksi perbaikan kinerja dan mengidentifikasi berbagai
kendala regulasi maupun operasional agar segera memperoleh solusi yang tepat.
Komitmen pimpinan, koordinasi lintas sektor, dan konsistensi pelaksanaan
menjadi faktor utama keberhasilan implementasi Performance Improvement Plan di
Kota Probolinggo.
Melalui forum ini diharapkan seluruh rekomendasi hasil pendampingan dapat segera ditindaklanjuti sehingga pelaksanaan DAU Specific Grant Bidang Kesehatan Tahun 2027 semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Probolinggo.